:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2554247/original/071787900_1545453472-donaldtrump2112.jpg)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, tarif impor barang China senilai USD 200 miliar akan meningkat menjadi 25 persen pada Jumat.
Hal ini terjadi di tengah klaim pemerintah kalau pembicaraan perdagangan dengan Chinaberjalan baik dalam beberapa minggu terakhir.
Awalnya tarif impor China diterapkan 10 persen. Selain itu, Trump juga mengancam akan menaikkan tarif pada awal tahun tetapi menunda keputusan itu setelah China dan AS sepakat untuk duduk dalam negosiasi perdagangan.
Trump pun mengancam akan mengenakan tarif 25 persen terhadap impor barang China senilai USD 325 miliar.
Trump mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan China terus berlanjut tetapi bergerak terlalu lambat ketika Beijing mencoba kembali bernegosiasi.
Lewat akun media sosial Twitter, Donald Trump menulis status kalau selama 10 bulan, China telah membayar tarif sebesar 25 persen senilai USD 50 miliar untuk teknologi dan 10 persen pada barang lainnya senilai USD 200 miliar.
"Pembayaran ini sebagian tanggung jawab atas hasil ekonomi kami yang luar biasa. 10 persen akan naik hingga 25 persen pada Jumat. USD 325 miliar barang tambahan yang dikirim kepada kami oleh China tetap tidak dibayar, tetapi akan segera dengan tingkat 25 persen," ujar Trump lewat akun Twitternya.
Pada satu twit setelahnya, Trump mengeluhkan lambannya jalan negosiasi dengan China. Selain itu, ia mengungkap China sedang berusaha melakukan negosiasi ulang, dan hal itu ditolaknya.
"Tarif yang dibayarkan ke AS berdampak kecil pada biaya produk, sebagian besar ditanggung oleh China. Kesepakatan perdagangan dengan China berlanjut, tetapi terlalu lambat. Karena mereka berusaha untuk menegosiasikan kembali. Tidak!" ujar Trump.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3958880/diancam-sanksi-donald-trump-china-mengaku-sudah-biasa
No comments:
Post a Comment