:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2570669/original/028763000_1546473979-000_1BX9KQ.jpg)
Setelah musim pertama yang mengecewakan pasca Ferguson pensiun, United berusaha mengembalikan klub ke jalurnya pada musim panas 2014 dengan menunjuk Louis van Gaal sebagai manajer. Mereka juga mengeluarkan banyak uang di bursa transfer musim panas untuk memperkuat skuat mereka.
Sebagian besar dana transfer pada musim panas itu dihabiskan untuk memboyong Angel Di Maria dan pemain Argentina itu membuat United memecahkan rekor transfer Inggris sebesar 59,7 juta pounds. Di Maria tiba di klub setelah tampil mengesankan untuk Real Madrid di final Liga Champions dan di Piala Dunia bersama Argentina. Namun, penampilannya dengan United sangat kontras.
Di Maria memulai dengan baik di klub tetapi penampilannya mulai menurun di pertengahan Oktober dan kemudian dicoret dari starting XI oleh Van Gaal. Dia juga mengalami cedera sehingga membuatnya harus menepi untuk periode yang signifikan.
Catatan terburuk dalam kariernya di United terjadi dalam kekalahan di kandang melawan Arsenal pada ajang Piala FA karena saat itu ia diusir dari lapangan. Dia dipesan untuk menyelam dan untuk meraih kemeja wasit. Pada akhir musim, dia divonis sebagai pembelian terburuk Setan Merah oleh para pandit dan jurnalis.
Musim panas berikutnya, Di Maria dijual ke PSG dengan biaya sebesar 44 juta pounds dan sang pemain sudah mencetak 57 gol dan membuat 49 assist dalam 149 pertandingan untuk klub dan juga memenangkan 10 piala. Performa luar biasa Di Maria itu membuatnya mendapat kontrak baru pada awal musim ini.
https://www.liputan6.com/bola/read/3934816/5-bintang-yang-didepak-mu-dan-bersinar-di-klub-lain
No comments:
Post a Comment