:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2364698/original/042023800_1537546721-Salam-Dua-Jari-Prabowo5.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Canda yang dilontarkan Prabowo Subianto di Boyolali menjadi polemik. Ia bahkan sampai dilaporkan ke polisi.
Dalam pidatonya, Prabowo menceritakan bagaimana pesatnya pembangunan Jakarta dengan gedung-gedung tinggi dan hotel-hotelnya yang mewah.
Prabowo kemudian menyebut nama salah satu hotel termewah dunia yang juga ada di Jakarta. "Kalau kalian masuk, kalian mungkin akan diusir, karena tampang-tampang kalian bukan tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali ini," ujarnya di pidato tersebut.
Sebagian masyarakat Boyolali yang tersinggung juga sempat melakukan unjuk rasa menyikapi pernyataan Prabowo.
Prabowo memahami, menjelang pemilu suasananya serba politis. Tapi, ia mempertanyakan kenapa setiap materi pidatonya harus selalu disoal.
"Jadi sekarang joke harus dibatasi. Ini dibatasi jadi saya bingung saya mau bicara apa," tutup dia.
Kalau ditarik lagi ke belakang, Prabowo bukan sekali ini guyon dengan nuansa senada. Pada 17 Agustus tahun 2017, ia sempat dicegat wartawan untuk menanyakan situasi politik terakhir.
Alih-alih menjawab, Prabowo malah menyatakan dirinya juga membela wartawan. "Kita juga bela wartawan. Gaji kalian juga kecil kan?" tanya Prabowo selepas upacara hari Kemerdekaan di Universitas Bung Karno.
Namun, Prabowo menjawab sendiri pertanyannya. "Tahu karena kelihatan dari muka kalian, muka kalian itu nggak bisa belanja di mal, betul kan? Jujur? Jadi kami ini bela kalian," lanjut Prabowo.
https://www.liputan6.com/pilpres/read/3684355/selain-bercanda-soal-hotel-prabowo-juga-pernah-guyon-serupa-tentang-mal
No comments:
Post a Comment