:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2736880/original/098478100_1550999828-20190224-Arus-Baru-Muslimah-2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hasil survei terakhir menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul. Terakhir, survei LSI Denny JA memuat pasangan nomor urut 01 meraih suara sebesar 58,7 persen, Prabowo-Sandi 30,9 persen, sedangkan responden tidak menjawab sebesar 9,9 persen.
Calon wakil presiden Ma'ruf Amin pun mensyukuri hasil survei tersebut.
"Kalau nasional kan sudah hari ini, positif. Kalau LSI hari ini sudah 58 persen kan," ucap Ma'ruf di rumah Situbondo, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Mengenai apakah artinya kemenangan Jokowi-Ma'ruf di depan mata, Ketua Umum MUI ini hanya menjawab. "Iya Insyaallah, Insyaallah," ucap dia.
Sementara itu di tempat yang sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, survei internal partainya lebih kecil sedikit. Namun, tetap masih unggul.
"Kalau PDIP, 56 persen. (Survei) internal PDIP," pungkas Hasto.
Survei LSI
Elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Februari 2019. Selisih tingkat keterpilihan Jokowi dengan Prabowo berkisar 27,8 persen.
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,9 persen.
"Jokowi-Amin tetap unggul, dengan selisih tetap sekitar 20%," ujar peneliti LSI Ardian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3).
Survei elektabilitas capres-cawapres ini menggunakan simulasi surat suara. Besaran responden 1.200 yang diwawancarai tatap muka dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Kampanye di wilauyah Cilacap Cawapres Jokowi Ma'ruf Amin mengunjungi Ponpes Salafiah Majenang. Ma'ruf Amin melantik pengurus NU setempat dan meminta dukungan warga NU menjadi Cawapres Jokowi
No comments:
Post a Comment