:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape.png,20,289,0)/kly-media-production/medias/2049015/original/073594300_1522665335-iStock-683667052.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Kehidupan seks setelah perawatan kanker payudara bisa mengubah keintiman. Perawatan kanker payudara dengan radiasi menghasilkan beberapa efek samping seksual. Misal, rasa sakit, mati rasa atau hipersensitivitas area payudara, dan perubahan tekstur juga warna jaringan payudara.
Efek samping lainnya dari perawatan kanker payudara juga berupa nyeri vagina, kekeringan, dan iritasi.
"Ada perubahan fisik yang drastis dialami selama jalani perawatan kanker payudara," kata terapis seks Pillai-Friedman, dilansir dari HealthLine, Jumat (5/10/2018).
Konsultasi seksual terkait perawatan kanker payudara dan seks terkadang sulit dibicarakan. Ini karena seks masih jadi obrolan tabu, terlebih lagi bila wanita didiagnosis kanker payudara.
Pillai-Friedman memberikan tips bagi wanita yang inigin mencoba hidupkan kembali kehidupan seks mereka setelah perawatan kanker payudara.
Simak video menarik berikut ini:
Kanker payudara dapat dicegah dengan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Simak video ini untuk tahu caranya.
No comments:
Post a Comment